Slideshow
Tags & Categories

Posts Tagged ‘Sungai’

Air menjadi sumber utama bagi kehidupan. Setiap hari air dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan semua makhluk hidup lainnya. Air juga merupakan sumber inspirasi terbesar untuk kehidupan.

Perempuan adalah kelompok paling besar yang sangat membutuhkan air. Setiap harinya perempuan selalu bergelut dengan air. Mulai dari pagi hari hingga malam menjelang. Mulai dari pekerjaan domestik hingga produktif. Jika kita menilik lebih dalam air menjadi kehidupan dan inspirasi bagi perempuan. Air dan sungai bagi sebagian perempuan di Kecamatan Air Nipis dan Kecamatan Seginim merupakan sumber kehidupan terbesar bagi mereka. Sepanjang wilayah dua kecamatan ini, air mengaliri sungai dan anakan sungai yang membentang mengawal setiap wilayahnya.

Seperti yang terjadi di sepanjang aliran sungai Air Nipis, Kecamatan Air Nipis. Bagi mereka air di sungai Air Nipis menjadi tempat yang sangat krusial karena rahim kehidupan mereka berada di sepanjang aliran sungai ini. Berbagai kegiatan domestik hingga produktif di lakukan oleh perempuan di sepanjang aliran sungai ini. Mencuci pakaian, mandi, membersihkan perkakas rumah tangga, dan kegiatan lainnya semua terpusat di aliran sungai ini. Sebenarnya MCK sudah dimiliki oleh masyarakat, namun pada kondisi musim panas seperti ini, air di sungai ini menjadi alternatif terbaik bagi masyarakat.

Sebagian besar, pekerjaan pertanian produktif di dua wilayah ini ditangani oleh perempuan. Air dari sawah yang membanjiri rata-rata berasal dari Sungai Air Nipis, yang setiap tahunnya menghasilkan dua kali panen padi untuk kebutuhan masayarkat.  Tanpa aliran air dari sungai ini, belum tentu tanaman padi yang dihasilkan dapat dipanen secara rutin selama dua kali dalam setahun.

Kecamatan Seginim sebagai lumbung padi di Kabupaten Bengkulu Selatan sangat bergantung  dengan aliran air dari sungai Air Nipis ini. Kehidupan dialiran sungai ini membuat banyak kehidupan bergantung. Bukan saja padinya, sebenarnya kebudayaan masyarakatnya juga berpangkal dari sungai ini.

Air sebagai Sumber Kebudayaan

Bicara mengenai kebudayaan, kita akan bicara mengenai tiga hal ideologi, organisme, dan teknoekonomi (Goerge Sudarsono Etshu). Air membentuk ketiga hal tersebut dalam masyarakat. Air menciptakan sebuah cita-cita yang sangat besar bagi kehidupan masyarakatnya. Dengan aturan-aturan prasyarat pembagian kekuasaan dalam masyarakat. Serta menggunakan cara tertentu untuk mengesploitasi lingkungannya.

Air sebagai sebuah kebudayaan, telah memberikan ruang yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat, terutama bagi perempuan. Walau begitu besarnya peranan perempuan terhadap ketergantungan terhadap air, namun tetap saja kebudayaan lahir dengan garis patriarki. Karena sebenarnya, perempuan diletakkan hanya pada pekerja, bukan pada posisi pengambil keputusan. Sehingga kebudayaan yang lahir akhirnya menjurus terhadap kepentingan patriarkis. Peletakan posisi perempuan hanya didasarkan pada kegiatan domestik yang selama bertahun-tahun dimitoskan menjadi pekerjaan wajib perempuan.

Peranan perempuan terhadap air menjadi sangat krusial sekali, karena alasan produktif dan alasan domestik. Air akhirnya tetap saja bertumpu pada sang rahim, yaitu perempuan. Tapi kerap kali tidak pernah menggunakan perempuan sebagai alat pengontrol dan pengatur dalam kehidupan.

Tentu saja, jika perempuan tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan akhirnya hanya menguntungkan satu pihak saja. Sedangkan semangat ideologi dalam negara kita mengatur mengenai kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Keterlibatan perempuan dalam mengelola dan menjaga lingkungan air merupakan titik awal, agar sungai sebagai aliran air paling dekat dengan masyarakat tetap menjadi rahim bagi kehidupan.

Bengkulu, 4 Februari 2012 (00:00)

Deru jagoan seakan menggeru dan menyerupai magnet di tubuhku. Si jagoan membawaku dengan apiknya. Seakan secara otomatis si jagoan tak ingin kehilangan pamornya akan wilayah kekuasaannya padaku. Kepalanya tegak dan gagah, pongah melihat jalanan yang berlepotan kotoran sapi ataupun kambing. Seraya berkata, ‘aku siap mengantarmu menjadi jalanan’.

Beragam peliharaan juga tak mau kalah pamor dengan si jagoan. Sapi-sapi menarikan tarian selamat datang padaku, dan membanting tubuhnya ke kiri dan ke kanan. Matanya liar dan awas menatapku tajam. Mungkin saja, para sapi tersebut, bergeliat menatapku si gadis baru. Ku cari-cari kelontengan kalung di setiap leher sapi yang ada, tapi tak kujumpai adanya. Mereka menari dengan lilitan tambang di lehernya. Kupikir, mereka terlalu jinak untuk dililitkan tambang.

Read the rest of this entry »

Sponsors
ad amenroom
Chatt with Me
Blog Statistics