Slideshow
Tags & Categories

Posts Tagged ‘Kun Iswati’

Kunthi begitu engkau dipanggil saudara-saudaramu. Bertubuh mungil, terlalu ramah, keras kepala dan pekerja keras. Mungkin saja sifat pelawan dan kebebasan yang ada pada kami tercermin dari sifatmu. Engkau satu-satunya perempuan yang melahirkanku secara biologis, 23 tahun silam. Kau selalu memuji keindahan kami, anak-anakmu. Mulai dari mata kami yang indah dan harus melihat dengan mata hati. Hingga tangan kami yang lemah gemulai dan harus mengulurkan seluruh tangan dari apa yang dilihat dari mata hati.

Bukan hanya itu, kau mengajarkan kami banyak hal. Mengenai kekuatan, kehormatan dan penghargaan diri. Sedikit agak keras dan membuat kami menjadi begitu kokoh menghadapi semua hal yang kami lewati. Menurutmu harus ada perbedaan antara kehidupanmu masa silam dengan kehidupan kami masa kini.

Kesengsaraan dan kemiskinan menurutmu tidak dimiliki oleh manusia-manusia berjiwa besar. Kemiskinan bukan pula hanya sebatas materi dan ketakmampuan kita membeli suatu hal. Namun terletak pada keinginan yang tidak berbasiskan kebutuhan (dikutip pada Idul Adha 2010). Waktu itu aku tersentak, katamu “mau jadi apa kamu kedepan, tergantung dari apa yang kamu pikirkan, yakinlah kita tidak mati untuk itu”. Itu ajaranmu mengenai kekuatan.

hanya kamu sendiri yang mampu memberikan penghormatan tinggi terhadap diri sendiri, bukan pengakuan orang lain”. Kalimat ini meluncur ketika aku duduk di bangku SMA, mungkin saja kau telah lupa. Namun dalam setiap omelanmu, kalimat ini tak pernah luput dari panjangnya omelanmu.   Read the rest of this entry »

Sponsors
ad amenroom
Chatt with Me
Blog Statistics