Slideshow
Tags & Categories

Posts Tagged ‘Kompor’

Banyak hal yang tidak dapat dibeli dari perempuan.

Tubuhnya selalu mengisyaratkan lain. Jiwanya selalu merasakan hal yang lainnya. Setiap kucuran keringatnya menjadikan tubuhnya semerbak mewangi. Ketika rasa ada, kita akan menjumpai setiap raga perempuan dalam tubuh laki-laki.

Mengais senja kala itu, aku hanya terduduk di kursi empuk yang disediakan oleh sebuah restoran. Kali ini aku merasakan sebagai seorang anak yang sedang memanja pada ayahnnya. Kutunggui seorang laki-laki berkacamata terbalik sedang sibuk bertanya kepada pramuniaga mengenai alat memasak yang dipromosikannya sebagai alat yang lebih canggih dari alat yang ada saat ini. Aku berfikir, aneh sekali negeri ini.

Jika pemerintah masih berkutat dengan konversi minyak tanah ke gas. Kita mengetahui bahwa masih banyak rumah tangga yang miskin dengan didatanya rumah tangga yang membutuhkan konversi mitan ke gas. Anehnya, pembagiannya seringkali menimbulkan kericuhan dan perdebatan yang sagat pelik. Dan di depan mataku, seorang laki-laki berkacamata terbalik sedang bertransaksi membeli sebuah kompor bertenaga listrik yang dipromosikan lebih canggih dan aman jika digunakan. Sasarannya jelas kaum perempuan. Dengan iming-iming akan disayang suami jika pintar memasak.

Tentu saja, aku terheran-heran. Antara kompor gas, kompor biasa menggunakan minyak tanah, kayu bakar dan sekarang kompor bertenaga listrik ini akan menimbulkan dampak yang sangat signifikan bagi strata kelas baru di negeri ini. Dan aku terheran-heran, negara seolah-olah mengaitkan asumsi ini dengan menggunakan konversi sebagai alat memperbantukan manusia.  Padahal berdampak pada strata kelas yang akan semakin melebar, yang pada akhirnya memperparah kehidupan manusia.

Ah sudahlah, memang akan menjadi begitu. Tekhnologi semakin akan membawa kita masuk dan terjerumus menjadi strata lainnya.  Dan penghubung antara kelas akan semakin jelas. Ini jelas bukan  penghematan energi. Dan kini, kompor bertenaga listrik ini tertawa menyeringai kepadaku. Ditengah krisis listrik, kompor ini mulai menunjukkan taringnya. Seolah-olah mengejek pikiranku kali ini. Dia menari-nari danseolah-olah memanasi tubuhku dengan hangatnya yang lain. Aku menggelang-geleng saja. Semua ingin menjadi begitu mudah. Semua ingin menjadi begitu memanja tanpa sadarnya. Aku juga begitu. Pikiranku melayang jauh. Read the rest of this entry »

Sponsors
ad amenroom
Chatt with Me
Blog Statistics