Slideshow
Tags & Categories

Tadi malam akhirnya masuk bioskop juga. Sudah dari satu bulan yang lalu aku merengek-rengek ingin sekali nonton di bioskop. Pilihan filmnya jatuh di Habibie dan Ainun, karena tiga teater dari empat teater yang ada menanyangkan film Habibie dan Ainun. Heboh film ini tentu saja membuat orang banyak yang ingin menonton. Apalagi film ini ditonton khusus oleh Presiden RI. Film garapan Hanung Bramantyo ini menceritakan tentang kehidupan percintaan Habibie dan Ainun. Habibie adalah presiden ketiga RI yang dilantik pasca gerakan reformasi 1998.

Pertama menonton film tersebut saya merasa malu menjadi masyarakat Indonesia. Hanung menggarap film ini dengan menunjukkan betapa malunya kita hidup di bangsa yang besar dengan semangat yang sangat kecil. Semua dinilai dengan uang dan dapat dibeli jika uang mengalir deras, dengan dukungan kekuasaan. Hanung menampilkan kehidupan yang penuh korup, licik dan tanpa semangat juang, kehidupan dibawah tangan kediktatoran penguasa.

Habibie diperankan oleh Reza Rahardian dan Ainun diperankan oleh Bunga Citra Lestari (BCL). Dalam pemilihan tokoh film, aku kurang sependapat dengan Hanung. Reza Rahardian memang menang dalam suara dapat dikatakan mirip dengan Habibie, tapi secara postur tubuh Reza tidak sama sekali mirip Habibie. Saya lebih sepakat jika aktor seperti Lukman Sardi yang juga multi talenta memerankan tokoh ini. Untuk peran Ainun menurut kacamata saya BCL kurang pas, karena pembawaan Ainun yang lemah gemulai, potret perempuan Jawa yang berwajah Jawa tulen. Peran ini lebih baik diperankan aktris dengan wajah Jawa kuno yang lembut seperti Kinaryosih. Penggunaan make up yang digunakan untuk menyamarkan wajah BCL juga kurang mendukung. Sehingga menampilkan BCL yang terlalu dipaksakan.

Tema film yang diangkat oleh Hanung adalah tema percintaan yang diadaptasi dari buku Habibie dan Ainun. Tema ini menceritakan kehidupan percintaan Habibie dan Ainun sejak dari awal perkenalan hingga akhirnya terpisah oleh maut, yang ceritanya diangkat dari kehidupan nyata Habibie dan Ainun. Namun, ada beberapa hal yang menarik tapi tidak terlalu kuat dalam alur film, yaitu sejarah. Tema percintaan yang dianggat Hanung seharusnya dapat berkolaborasi dengan sejarah pembangunan bangsa pasca kemerderdekaan dan reformasi. Sayangnya plot-plot yang dipilih seperti sedikit terpotong, sehingga akhirnya tidak secara jelas menggambarkan situasi sosial, ekonomi dan politik era perjuangan reformasi 1998.

Film ini juga seharusnya dapat membawa pesan sejarah bagi generasi mendatang. Perjuangan dua orang anak bangsa yang mencintai negerinya dan mengorbankan dirinya sendiri. Bukan hanya cinta Habibie terhadap Ainun, tetapi juga cinta Ainun terhadap Habibie, serta cinta mereka terhadap ibu pertiwi. Film ini akan terasa apik dan menyentuh sekali jika balutan sejarah yang kuat dalam perjuangan cinta mereka terhadap bangsa ini terekam dengan baik. Namun, karena minimnya tema sejarah dalam film ini membuat aku merasa film ini terasa hangat namun kurang taste. 

Coba kita menengok film My Name is Khan besutan film Bollywood, yang dibintangi aktor tampan Shahrukh Khan. Film ini secara sederhana ingin menyampaikan pesan bahwa Islam bukanlah agama teroris. Film ini dibalut dengan cerita percintaan dua latar belakang agama berbeda yang dipersatukan dalam ikatan perkawinan. Sangat touching dan penuh taste. Balutan cerita indah dengan pesan yang sangat mendunia.

Namun, bukan berarti film ini tidak bagus. Buktinya film ini mampu menduduki film terlaris ketiga sepanjang tahun 2012, padahal baru direlease. Selamat buat Hanung dan timnya. Saya yakin Hanung hebat dalam meracik tema dan dunia perfilman, karena pandangan-pandangannya yang luas dalam suatu persoalan.

Salam perfilman

Bengkulu, 28 Desember 2012

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

1,565 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Sponsors
ad amenroom
Chatt with Me
Blog Statistics