Tags & Categories
Archives

Author Archive

Tiba-tiba saya mendapatkan kabar bahwa ayahanda sahabat karib saya Ririn Marinta Phalofi berpulang ke Rahmatullah pagi ini (17/2). Saya langsung bersedih hati, sedikit terisak kecil walau saya bukan anak ayahanda Salman. Beliau saya kenal sangat baik hati, selalu disiplin dan memacu Ririn untuk terus maju. Saya masih ingat wajah beliau yang teduh dan kebaikan hati beliau.

Ririn, saya mengganggilnya Yin, sosok perempuan yang sederhana, pintar, cantik dan selalu lurus. Ia sahabat baik yang sangat saya sayangi. Saya masih ingat bagaimana saya melewati masa-masa sekolah menengah atas bersamanya. Ia sangat perhatian dan orang yang sangat mengerti saya, saya mencintainya sebagai seorang saudara.

Berpulangnya ayahanda Ririn membuat saya tertegun, saya merindukan sahabat-sahabat baik saya yang selalu mendukung saya dalam suka dan duka. Saya sangat mencintai mereka. Merekalah orang-orang yang membantu saya menjadi kuat. Saya rindu mereka. Saya sadar, saya tak punya banyak waktu untuk mereka, saya lupa hari ultah mereka dan saya kurang perhatian dengan mereka semenjak saya dewasa. Tapi saya yakin, betapa saya mencintai mereka dan mendoakan mereka.

Selamat jalan ayahanda Salman, ayahanda telah mengingatkan saya bahwa betapa hidup sangat singkat untuk memiliki hati yang buruk. Saya mencoba menjadi pribadi yang lebih baik. Peluk saya untuk Yin dan keluarga, doa saya untuk ayahanda.

Angger Wiji

Halo ibu-ibu muda dan calon ibu, kali ini saya akan share mengenai tantangan ASI. Mengapa ASI? Karena ASI sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Saya merasakan sendiri bagaimana hidup tanpa ASI yang cukup. ASI berkaitan dengan kesehatan lho, saya termasuk yang rutin ke dokter karena berbagai keluhan dan saya yakin salah satu penyebabnya karena dulu ketika kecil saya tidak diberikan asupan imun yang cukup dari ASI. Tentu karena berbagai hal mama melakukan itu, tapi itu dulu, dimana para orang tua belum teredukasi secara baik dan teknologi masih menjadi alat yang mahal.

Ada berbagai keluhan dari ibu-ibu, mengapa memberikan susu formula (sufor) kepada anaknya,
1. ASI belum keluar, karena ketakutan si bayi akan lapar maka sementara diberikan sufor. Padahal hal tersebut SALAH BESAR. Bayi akan tahan 48 jam setelah dilahirkan walaupun tidak diberi makanan apapun. Ketika anak pertama kali diberikan sufor, tanpa berusaha ia akan mendapatkan makanan secara mudah. Artinya si bayi akan malas menghisap susu dari puting ibunya. Selain itu, sufor tidak baik untuk lambung bayi karena lambungnya masih sebesar kelereng.

2. Habis Operasi CS, jadi ibu kecapaian dan membutuhkan istirahat. Alhasil, anak dibiarkan oleh keluarga dan tenaga kesehatan tanpa mendapatkan ASI. Hal ini juga salah, proses melahirkan melalui CS ataupun normal seharusnya ibu langsung mencoba memberikan ASI, di 48 jam awal, bayi akan mencoba mengenali ibunya dan sumber makanannya.

3. Mengikuti Pengalaman Keluarga dan Petugas Medis. Wah, ini yang paling bahaya. Walaupun keluarga dekat kita, bahkan sudah memiliki banyak anak atau tenaga medis terlatih dan sudah berpengalaman. Belum tentu lo mereka punya pengetahuan yang benar. Kita harus aktif mencari tau tentang pemberian makanan yang baik, selalu ingat makanan instan tidak terlalu baik untuk kesehatan.

4. ASI kering atau tidak cukup. Biasanya seringkali ibu-ibu muda memberikan sufor karena alasan ini. Sebenarnya tidak ada ASI kering atau tidak cukup. Sifat ASI yang supply and demand membuat ASI mempunyai kontak dengan bayi. ASI akan keluar sesuai dengan kebutuhan bayi dan dapat dirangsang dengan berbagai hal. Bila ibu merasa bahagia dan tidak stress, ASI akan lebih mudah keluar.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

1. Aktif mencari tau informasi mengenai ASI dan Makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada saat merencanakan kehamilan. Jadi jangan hanya aktif mencari nama bayi saja ya atau sibuk berbelanja kebutuhan bayi saja.

2. Memberikan pemahaman yang benar sejak kehamilan kepada keluarga dan suami. Manfaatkan suami untuk mendukung keputusan kita mengenai pola asuh anak dan pola makan anak. Lakukan pendekatan yang asertif kepada nenek dan keluarga.

3. Pilih Rumah Sakit dan tenaga medis yang pro ASI. Jadi jangan sampai melahirkan di faskes yang tidak pro ASI. Biasanya faskes yang tidak pro ASI memberikan sangu (sufor) kepada ibu yang baru melahirkan ketika pulang. Ibu-ibu muda sering tergiur dengan promo dan fasilitas seperti ini.

4. Jika masih ragu, hubungi konselor LAKTASI terdekat atau ikuti kelas edukasi ASI>

So, mari kita menjadi ibu dan calon ibu yang cerdas, untuk kualitas generasi emas. Dan tolak Sufor untuk kesehatan bayi kita.

SALAM K-ASI-H

Buku : Gandamayu
Penulis : Putu Fajar Arcana
Tahun : 2009
Desain sampul: Salomo Tobing
Ilustrasi isi: Rahardjo SN
Tebal : xviii+190 hlm
Penerbit : PT Kompas Media Nusantara
ISBN : 978-979-709-622-9
Read the rest of this entry »

Akhir-akhir ini aku banyak menuliskan mengenai keguguran, kejadian yang aku alami dalam tiga tahun terakhir. Banyak pengalaman mengenai kesehatan pasca terjadinya keguguran. Dokter selalu menyarankanku untuk hidup sehat, terutama masalah makanan. Akhirnya saat ini, aku sangat konsen untuk urusan makanan. Read the rest of this entry »

Baru-baru ini, saya memutuskan membeli mesin jahit listrik. Menjahit adalah cita-cita saya sejak kecil, tapi tidak pernah terealisasi karena banyak faktor. Terutama masalah finansial dan kesempatan. Dulu ibu saya punya mesin jahit manual, tapi sedikit rusak. Bila menjahit, dia tidak maju tapi mundur. Embah putri (Djumini), dulunya seorang penjahit dengan pesanan yang banyak. Embah putri sangat piawai membuat kebaya. Tapi harus terhenti karena ia melahirkan banyak anak (7 anak), yang salah satunya mama. Read the rest of this entry »

Menjelang pernikahan kami yang ke 3, kami termenung dan mengalami berbagai persoalan hidup. Tentu saja, tidak ada kehidupan tanpa persoalan, masalahnya bagaimana kita menyikapinya dengan bijak.

Kami menghadapi persoalan kesehatan, sebenarnya aku sih yang mengalami persoalan. Selama tiga tahun terakhir, aku mengalami 3 kali keguguran spontan. Pertama pada 4 Januari 2013, kedua pada 30 Januari 2014 dan terakhir pada 9 Juli 2014. Atau dalam medisnya disebut dengan keguguran berulang (karena tiga kali berturut-turut mengalami keguguran secara spontan). Read the rest of this entry »

Rasanya sudah lama sekali tidak menulis. Setelah memaksa yang dulu bantuin bikinin blog ini, akhirnya aku putuskan untuk aktif blogging lagi. Tiga tahun terakhir ini banyak sekali yang terjadi dalam kehidupanku, termasuk peningkatan kualitas tulisanku akhir-akhir ini walau tidak di posting di blog. Aku menulis esay yang lebih baik kata suamiku, cerpenku juga mulai hidup kata beberapa teman yang membantu review tulisanku. Yah, menulis memang butuh waktu yang sangat nyaman, suasana yang baik, tentunya dengan ide-ide yang menarik. nah yang terakhir sangat sulit sekali. Dari dekade ke dekade, aku yakin bila konsistensi dengan tema, disiplin yang tinggi bisa membuat kualitas tulisanku lebih baik. Read the rest of this entry »

Hiruk pikuk Festival Tabot sudah berlalu. Festival Tabot merupakan festival penyambutan Tahun Baru Islam di Provinsi Bengkulu. Festival Tabot dilakukan setiap tahun dari tanggal 1-10 Muharam. Read the rest of this entry »

Tiba-tiba saya selalu mengeluh dengan hidup saya. Menjadi seorang aparatur, memiliki gelar kesarjaanaan, mulai mampu membeli rumah dan barang-barang tersier serta memliki NIP yang sangat ampuh.

Dengan iming-iming pekerjaan mudah, aman dan jarang sekali kena PHK serta jaminan masa tua selalu menjadi alasan yang sangat tepat untuk kebanyakan orang berebut menjadi seorang PNS.

Bukan rahasia umum lagi, untuk mendapatkan sebuah NIP, banyak orang berfikir dengan membelinya. 100 juta, 200 juta menjadi angka yang sangat fantastis. Jika Susi Puji Astuti pernah menginvestaikan uangnya menjadi pengepul ikan, maka uang 100-200 juta tersebut pula seharusnya dapat diinvestasikan, bukan ditukar dengan sebuah pekerjaan.

Apa bedanya?

Seseorang berkata pada saya bahwa tujuannya bekerja adalah untuk mencari uang, dan bertahan hidup. Tidak ada yang salah tujuan tersebut. Kita butuh bertahan hidup.

Namun, aku terus yakin selain mencari uang, saya terus yakin bahwa bekerja menjadi salah satau cara berkarya dan terus menjadi manusia. Saya terus yakin, bekerja menjadi salah satu tiket saya menjadi manusia lebih baik lagi. Bukan sekedar mencari uang.

Semoga ada kesempatan yang lebih baik, aku berani memutuskan dan berdaya seperti Ibu Susi.

Sudah lama sekali tidak nge-blog. Akhir-akhir ini hidup sangat rumit. Sehingga akhirnya membuat aku tidak produktif. Banyak mimpi-mimpi yang tertunda.Tiba-tiba pagi ini aku mendengar suara Dee. Aku seperti ingin berbagai cara untuk kembalikan hidupku yang dulu.

Tapi inilah kenyataan. Kenyataan selalu sangat pahit, itu kataku sendiri.Tentu saja aku mengatakannya dengan tertawa sangat kencang. Bahkan dengan sangat kencang sekali.

Permasalahannya hanya satu, aku tidak menyukai pekerjaanku. apapun itu saat ini aku tidak menyukainya.Ditunjang dengan lingkungan yang tidak memberikanku potensi untuk berkembangg.

Seseorang pernah berkata ‘resign saja’. Itu seperti nasehat yang sangat mudah. Tapi kenyataannya ada berbagai pertimbangan yang harus aku ambil untuk memutuskan hal tersebut.

Aku selalu katakan dengan berbagai orang disekitarku. Janganlah sekali-kali bekerja dengan cara tidak menyukai pekerjaannya. Perlahan tapi pasti kau akan mati.

Tapi, apakah aku terus mendambakan kematianku sendiri?

Sponsors
ad amenroom
Chatt with Me
Blog Statistics