Slideshow
Tags & Categories

Author Archive

Tiba-tiba saya selalu mengeluh dengan hidup saya. Menjadi seorang aparatur, memiliki gelar kesarjaanaan, mulai mampu membeli rumah dan barang-barang tersier serta memliki NIP yang sangat ampuh.

Dengan iming-iming pekerjaan mudah, aman dan jarang sekali kena PHK serta jaminan masa tua selalu menjadi alasan yang sangat tepat untuk kebanyakan orang berebut menjadi seorang PNS.

Bukan rahasia umum lagi, untuk mendapatkan sebuah NIP, banyak orang berfikir dengan membelinya. 100 juta, 200 juta menjadi angka yang sangat fantastis. Jika Susi Puji Astuti pernah menginvestaikan uangnya menjadi pengepul ikan, maka uang 100-200 juta tersebut pula seharusnya dapat diinvestasikan, bukan ditukar dengan sebuah pekerjaan.

Apa bedanya?

Seseorang berkata pada saya bahwa tujuannya bekerja adalah untuk mencari uang, dan bertahan hidup. Tidak ada yang salah tujuan tersebut. Kita butuh bertahan hidup.

Namun, aku terus yakin selain mencari uang, saya terus yakin bahwa bekerja menjadi salah satau cara berkarya dan terus menjadi manusia. Saya terus yakin, bekerja menjadi salah satu tiket saya menjadi manusia lebih baik lagi. Bukan sekedar mencari uang.

Semoga ada kesempatan yang lebih baik, aku berani memutuskan dan berdaya seperti Ibu Susi.

Sudah lama sekali tidak nge-blog. Akhir-akhir ini hidup sangat rumit. Sehingga akhirnya membuat aku tidak produktif. Banyak mimpi-mimpi yang tertunda.Tiba-tiba pagi ini aku mendengar suara Dee. Aku seperti ingin berbagai cara untuk kembalikan hidupku yang dulu.

Tapi inilah kenyataan. Kenyataan selalu sangat pahit, itu kataku sendiri.Tentu saja aku mengatakannya dengan tertawa sangat kencang. Bahkan dengan sangat kencang sekali.

Permasalahannya hanya satu, aku tidak menyukai pekerjaanku. apapun itu saat ini aku tidak menyukainya.Ditunjang dengan lingkungan yang tidak memberikanku potensi untuk berkembangg.

Seseorang pernah berkata ‘resign saja’. Itu seperti nasehat yang sangat mudah. Tapi kenyataannya ada berbagai pertimbangan yang harus aku ambil untuk memutuskan hal tersebut.

Aku selalu katakan dengan berbagai orang disekitarku. Janganlah sekali-kali bekerja dengan cara tidak menyukai pekerjaannya. Perlahan tapi pasti kau akan mati.

Tapi, apakah aku terus mendambakan kematianku sendiri?

Kupegang erat-erat tanganku sendiri, sisa ketakutan masih terbujur kaku di tubuhku. Dokter menvonisku tidak hamil, walau garis tespack sudah bergaris dua. Jika dihitung dari HPHT, hari ini kehamilanku menginjak 7 minggu, waktu dimana jantungnya mulai berdetak 150 kali per menit. Satu-satunya cara menghentikan darah yang keluar mengalir adalah tidur saja dan berdoa.  Read the rest of this entry »

Aku belum pernah melihatnya. Tapi aku merasakannya.

Detak jantungnya belum ada, usianya 9 minggu dalam rahimku. Tepat setahun lalu, darah mulai mengucur dan aku masih merasa dia ada dalam rahimku. Aku sendiri di kontrakan, menanti suamiku tiba. Aku hanya meneguk sebotol susu, 1 buah apel dan beberapa biskuit. Malam itu yang hanya aku inginkan makan malam bersama suamiku, bertiga dengan sang janin.

Aku tetap tidak akan merasa kehilangannya. Ku elus-elus perutku yang mulai membuncit, kukatakan bahwa aku akan menjaganya. Dia hanya cukup bertahan saja. Tidak usah memberikan apapun kepadaku. Oh Gusti, sang pemilik jagad raya, inilah hal yang paling membuatku tak bisa berhenti menangis. Mengapa aku seorang yang rasional tidak bergerak ke rumah sakit secepatnya.

Aku hanya masih yakin dia ada. Mengapa selalu saja aku abaikan tanda-tanda Tuhan. Gusti, sang pemilik jagad raya ampuni aku. Aku kehilangannya atas kecerobohanku, ketidaktauanku, kebodohanku.

Oh Gusti.

Tidak ada yang kusesali kecuali saat-saat itu. Saat-saat aku benar-benar menjadi makhluk paling bodoh. Aku kehilangannya dan tak pernah bisa melupakannya. 9 minggu bersamaku betapa kuatnya dia. Betapa dia yang selalu ingin menjagaku. Betapa aku menginginkannya.

Tuhan, jika aku belum mampu dititipkan olehMu, tolong titip ia pada orang tua yang sangat menyayanginya. Betapa aku menyayanginya. Betapa nestapa hati ini. Betapa pilunya hatiku.

Maafkan aku, ampuni aku Gusti.

Ini sedikit kisah tentang Bengkulu. Kesederhanaan masyarakat pesisir.

Ikan Asin Mendunia

Ikan asin sangat mudah dijumpai di setiap tempat di Kota Bengkulu. Masyarakat mengolah hasil tangkapannya sendiri. Read the rest of this entry »

Saya memutuskan untuk menjelajahi Bandung akhir minggu ini (30/9). Tiba-tiba saja saya ingin mengunjunginya dalam waktu singkat, padahal sangat disayangkan banyak destinasi wisata sejarah yang saya lewati. Saya menginginkan ke Kawah Putih di daerah Ciwidey, Kabupaten Bandung. Normalnya kita akan menempuh perjalanan satu setengah jam, tapi ternyata kami menempuh perjalanan sekitar dua jam lebih perjalanan dari kota Bandung. Read the rest of this entry »

Saya yakin saya tidak begitu cantik secara fisik, tapi sejak dulu saya menyakini sendiri saya menarik, memiliki rasa yang berbeda. Dan kamu tau itu di suatu lereng.

Pulang. Kembalilah ke tempat itu, ke tempat ketika pertama kali kita bertemu. Aku dengan bebas memandangmu, mengikuti wangi tubuhmu lalu merasai seluruh yang kau punya. Tidak ada satupun caranya selain kembali kesana, dimana kita saling berkata jujur, tempat kita memadu kejujuran rasa, meninggalkan embel-embel rasa dan kembali menjadi manusia yang sesungguhnya.

Aku ingin kembali ke peraduan itu, dimana pada suatu pagi aku melihat cahaya matahari menerpa tubuh diiringi dengan menusuknya alunan angin yang semilir. Di sudut itu kita melihat sebuah kota, terhampar bebas menunggu aku datang, ikut mewarnai rasanya dan aku ingin berada di sana. Seandainya waktu milik kita, kan kuputar waktu, kukembalikan pada tempatnya.

Pada satu waktu aku ingin kau hentikan waktu, menarikku ke lereng itu dan membiarkan aku hilang didalamnya. Ingin kuserahkan waktu padamu dan kembalikan waktu pada tempatnya. Hingga malam menjelang kita hanya bisa berpasrah diri pada waktu. Pada satu waktu aku ingin kau menempa keadilan yang sesungguhnya, pada hak yang menjadi milikmu yang tak tertulis secara jelas.

Ah, terlalu naif aku membicarakannya padamu, pada suatu malam yang tak milik kita, yang tak kau pahami. Atau kau pura-pura tak memahami sesungguhnya hingga aku tak pulang lagi pada malam itu. Seketika, aku mengingatmu pada masa yang telah hilang, pada doa-doa yang kupanjatkan, pada malam-malam yang dingin menusuk. Hingga surga menyentuh kaki kita, tak akan kulupa.

Angger Wiji Rahayu

“kenapa pas baru lahir dikasih sufor mommy?”

“ASI-nya belum keluar, bayinya sudah kelaperan”

“emang tau ya mom kalo bayi laper”

“itu sering nangis” Read the rest of this entry »

 

 

 

 

 

 

 

Ket : Mekanisme dan Pemuktahiran Penerima KPS

Hei epribadeh yang masih bingung tentang penyaluran BLSM nih mari kita belajar proses penyaluran BLSM hingga sampai ke masyarakat. Beberapa hari ini kantorku (BPS Kabupaten Bengkulu Selatan) diserbu oleh masyarakat yang tidak mendapatkan BLSM. Selain masyarakat, wartawan juga sering menyerbu melalui berita-berita di media cetak maupun elektronik. Nah, mengapa BPS selalu disalahkan dalam mekanisme pendataan. Dalam tulisan sebelumnya, aku sudah mengupas bagaimana mekanisme PPLS2011 yang digunakan sebagai Basis Data Terpadu (BDT) dalam program-program pengentasan kemiskinan. Silahkan dibuka disini.

Gambar diatas dapat menjelaskan secara ringkas ya bahwa BPS tidak dapat memasukkan nama penduduk miskin dan tidak terkait dengan penggantian penerima BLSM ya. Nah ini ada bahan paparan persiapan pelaksanaan program percepatan dan perluasan perlindungan sosial P4S dan sosialisasinya yang dapat kalian unduh, ini juga dapat diunduh. Dari kedua unduhan ini kalian akan mendapatkan informasi bahwa BPS tidak sama sekali terkait dalam proses pembagian dan penentuan BLSM.

Kenapa BLSM Banyak yang Tidak Tepat Sasaran? 

Pertanyaan ini akan terjawab jika kalian membaca gambar diatas dan mengunduh file diatas. Baiklah secara singkatnya BLSM sebagai kompensasi naiknya harga BBM per Juni 2013 dikucurkan untuk 15 juta rumah tangga sasaran. Jika ditilik dari BDT yang dikeluarkan oleh TNP2K dari hasil PPLS2011, ada 24,5 juta rumah tangga dengan status kesejahteraan terendah. Nah lho? Berarti ada sekitar 10 juta rumah tangga sasaran yang tidak mendapatkan BLSM kan? Bagaimana tidak ribut, jika ditilik  mereka termasuk dalam kelompok yang sama-sama dalam kategori status kesejahteraan terendah.

 

Dalam enam bulan terakhir, BPS seringkali kedatangan masyarakat yang menanyakan masalah raskin, jamkesmas ataupun mekanisme pendataan yang dilakukan oleh BPS. Bahkan isu yang terbaru BLSM, membuat kantor BPS menjadi tempat pengaduan mendadak bagi masyarakat yang ingin mengeluh. Ada yang sambil emosi, mencak-mencak hingga yang datang dengan umpatan-umpatan yang menyalahkan BPS serta mempertanyakan mengapa mereka tidak mendapatkan bantuan langsung tersebut.  Read the rest of this entry »

Sponsors
ad amenroom
Chatt with Me
Blog Statistics