Tags & Categories
Archives

Author Archive

Malam semakin larut, bunyi jangkrik bersahutan. Lena tidur di sampingku dengan pulas. Kulihat tangannya yang menghitam. Ia pekerja keras yang ulet pikirku. Wajahnya yang sayu serasa menenggelamkan bulan purnama malam ini. Aku menyentuh rambutnya yang lembut, ia sangat liar malam ini, seperti biasanya.

Ia bercerita mengenai urusan kantornya saat kami bercinta tadi. Aku sampai lupa bagaimana akhir pergulatan badan yang biasa kami lakukan setiap malam. Ia tetap saja bercerita dengan menggebu ketika ia merasakan orgasme, sedangkan aku sudah berkali-kali. Rasanya melihat tubuhnya saja aku sudah langsung takluk dan mencapai puncak yang sangat tinggi. Aku selalu orgasme berkali-kali padanya dan takluk pada wajah lembutnya yang menawan. Ah, hubungan yang sangat menyenangkan ujarku dalam hati.

Aku sedang menatap wajahnya tanpa berkedip saat ponselku berdering.
‘suamiku calling….’

Bengkulu, 22 Mei 2015

Pie Susu
resep By Fatma Bahalwan

Bahan kulit:
300 gr mentega
2 sdm gula halus
3 butir kuning telur
500 gr tepung terigu protein sedang

Cara membuatnya:
1. Campur semua bahan menjadi satu, uleni hingga berbutir-butir. Satukan, kepal-kepal, gilas.
2. Cetak pada cetakan pie diameter 5cm yg sudah dipoles dengan mentega. Sisihkan.

Note :
cara mencetaknya, ambil kepalan bulat-bulat, timbang (30 gr) lalu pipihkan sambil putar di cetakan pie-nya sampai merata. Teksturnya sedang saja ya.

Bahan isi :
8 butir kuning telur
400 ml dairy whipped cream (biasanya bubuk dairy whipped cream 1:2 dengan air ya)
1 kaleng susu kental manis
1 sdt vanilla pasta
½ sdt garam

Cara membuatnya:
1. Aduk whipped cream, susu kental manis, vanilla dan garam, sisihkan.
2. Kocok lepas kuning telur, campur dengan adonan whipped cream. Saring.
3. Tuangkan pada kulit pie. Panggang dalam oven suhu 180’ deg C
4. Jadi 27 pcs @30gr adonan, pada cetakan diameter 5 cm.

Tips: rendahkan suhu oven bila terlihat isi pie meletup. Dengan demikian permukaan pie tetap mulus.Bila suka, tambahkan slice buah ya :) Jeruk cocok sebagai potongannya.

Happy Cooking everyboody. Baking is fun :)

Tiba-tiba aku merasa sedih, setiap pulang ke rumah aku selalu bilang ke suami, ‘kapan kita bisa pindah dari sini?’. Tiba-tiba aku merasa rumah semakin menyempit dan membuatku tidak leluasa unt bergerak. Mungkin karena aku sangat menyukai petualang. Sedangkan pekerjaan, kehidupanku disini sangat monoton.

Bila ditanya, saat ini adalah titik dimana aku sudah mulai bisa tenang. Keguguran berulang, pekerjaan yg monoton, berbagai masalah membuatku sedikit tempramental dalam hidup.

Bila ditanya dimanakah tempat kamu ingin pindah. Aku akan menjawabnya, Bali, Bandung, Bogor.

Semoga ini hanyalah curcol pre menstruasi syndrome. Hehe..

BLUDER TAPE
By Ibu Fatmah Bahalwan, skinsyut dari IG ‘Omah_Ijo’

Bahan A:
3 btr telur
5 btr kuning telur
200 gr gula pasir

Bahan B:
100 gr tepung terigu protein sedang

Bahan C:
300 gr tape singkong, haluskan
50 gr santan kental
125 gr mentega, leleh
Read the rest of this entry »

Ini resep Kue Sus saya yang saya coba weekend lalu dan ada sedikit modifikasi ya karena proses gagal yang saya lalui:)

KUE SUS
by Bu Fatmah Bahalwan di skensyut dari ig mba omah_ijo (Myrna)

Bahan Kulit :
– 125 gr margarine (bisa unsalted butter )
– 150 gr tepung protein tinggi (kunci biru)
– 200 ml air
– 1 sdm gula pasir
– ¼ sdt garam
– 4 butir telur

Vla Vanila :
– 2 butir kuning telur
– 50 gr tepung maizena
– 500 ml susu segar
– 75 gr gula pasir
– 1 sdm rhum (jika tidak ada ganti rhum essence atau vanila essence, lebih enak kalo rhum essence ya) Read the rest of this entry »

Hallo… ini saya buat resep di adopsi dari Ig mba Myrna ‘omah_ijo’. Saya modifikasi sedikit ya, berdasarkan pengalaman masak kemarin.


Bahan :
600 gr Kentang, rebus dan dihaluskan
3 btr Telur
170 gr Gula pasir
100 gr Mentega tawar, cairkan
80 gr Tepung terigu (saya pakai segitiga biru )
200 ml Susu cair
1/2 sdt Vanili
100 gr Keju cheddar, parut, setengah untuk adonan dan sisanya untuk taburan. Tapi kemarin kurang terasa kejunya, baiknya 100 gr ini untuk dalam adonan.
Read the rest of this entry »

Tiba-tiba saya mendapatkan kabar bahwa ayahanda sahabat karib saya Ririn Marinta Phalofi berpulang ke Rahmatullah pagi ini (17/2). Saya langsung bersedih hati, sedikit terisak kecil walau saya bukan anak ayahanda Salman. Beliau saya kenal sangat baik hati, selalu disiplin dan memacu Ririn untuk terus maju. Saya masih ingat wajah beliau yang teduh dan kebaikan hati beliau.

Ririn, saya mengganggilnya Yin, sosok perempuan yang sederhana, pintar, cantik dan selalu lurus. Ia sahabat baik yang sangat saya sayangi. Saya masih ingat bagaimana saya melewati masa-masa sekolah menengah atas bersamanya. Ia sangat perhatian dan orang yang sangat mengerti saya, saya mencintainya sebagai seorang saudara.

Berpulangnya ayahanda Ririn membuat saya tertegun, saya merindukan sahabat-sahabat baik saya yang selalu mendukung saya dalam suka dan duka. Saya sangat mencintai mereka. Merekalah orang-orang yang membantu saya menjadi kuat. Saya rindu mereka. Saya sadar, saya tak punya banyak waktu untuk mereka, saya lupa hari ultah mereka dan saya kurang perhatian dengan mereka semenjak saya dewasa. Tapi saya yakin, betapa saya mencintai mereka dan mendoakan mereka.

Selamat jalan ayahanda Salman, ayahanda telah mengingatkan saya bahwa betapa hidup sangat singkat untuk memiliki hati yang buruk. Saya mencoba menjadi pribadi yang lebih baik. Peluk saya untuk Yin dan keluarga, doa saya untuk ayahanda.

Angger Wiji

Halo ibu-ibu muda dan calon ibu, kali ini saya akan share mengenai tantangan ASI. Mengapa ASI? Karena ASI sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Saya merasakan sendiri bagaimana hidup tanpa ASI yang cukup. ASI berkaitan dengan kesehatan lho, saya termasuk yang rutin ke dokter karena berbagai keluhan dan saya yakin salah satu penyebabnya karena dulu ketika kecil saya tidak diberikan asupan imun yang cukup dari ASI. Tentu karena berbagai hal mama melakukan itu, tapi itu dulu, dimana para orang tua belum teredukasi secara baik dan teknologi masih menjadi alat yang mahal.

Ada berbagai keluhan dari ibu-ibu, mengapa memberikan susu formula (sufor) kepada anaknya,
1. ASI belum keluar, karena ketakutan si bayi akan lapar maka sementara diberikan sufor. Padahal hal tersebut SALAH BESAR. Bayi akan tahan 48 jam setelah dilahirkan walaupun tidak diberi makanan apapun. Ketika anak pertama kali diberikan sufor, tanpa berusaha ia akan mendapatkan makanan secara mudah. Artinya si bayi akan malas menghisap susu dari puting ibunya. Selain itu, sufor tidak baik untuk lambung bayi karena lambungnya masih sebesar kelereng.

2. Habis Operasi CS, jadi ibu kecapaian dan membutuhkan istirahat. Alhasil, anak dibiarkan oleh keluarga dan tenaga kesehatan tanpa mendapatkan ASI. Hal ini juga salah, proses melahirkan melalui CS ataupun normal seharusnya ibu langsung mencoba memberikan ASI, di 48 jam awal, bayi akan mencoba mengenali ibunya dan sumber makanannya.

3. Mengikuti Pengalaman Keluarga dan Petugas Medis. Wah, ini yang paling bahaya. Walaupun keluarga dekat kita, bahkan sudah memiliki banyak anak atau tenaga medis terlatih dan sudah berpengalaman. Belum tentu lo mereka punya pengetahuan yang benar. Kita harus aktif mencari tau tentang pemberian makanan yang baik, selalu ingat makanan instan tidak terlalu baik untuk kesehatan.

4. ASI kering atau tidak cukup. Biasanya seringkali ibu-ibu muda memberikan sufor karena alasan ini. Sebenarnya tidak ada ASI kering atau tidak cukup. Sifat ASI yang supply and demand membuat ASI mempunyai kontak dengan bayi. ASI akan keluar sesuai dengan kebutuhan bayi dan dapat dirangsang dengan berbagai hal. Bila ibu merasa bahagia dan tidak stress, ASI akan lebih mudah keluar.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

1. Aktif mencari tau informasi mengenai ASI dan Makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada saat merencanakan kehamilan. Jadi jangan hanya aktif mencari nama bayi saja ya atau sibuk berbelanja kebutuhan bayi saja.

2. Memberikan pemahaman yang benar sejak kehamilan kepada keluarga dan suami. Manfaatkan suami untuk mendukung keputusan kita mengenai pola asuh anak dan pola makan anak. Lakukan pendekatan yang asertif kepada nenek dan keluarga.

3. Pilih Rumah Sakit dan tenaga medis yang pro ASI. Jadi jangan sampai melahirkan di faskes yang tidak pro ASI. Biasanya faskes yang tidak pro ASI memberikan sangu (sufor) kepada ibu yang baru melahirkan ketika pulang. Ibu-ibu muda sering tergiur dengan promo dan fasilitas seperti ini.

4. Jika masih ragu, hubungi konselor LAKTASI terdekat atau ikuti kelas edukasi ASI>

So, mari kita menjadi ibu dan calon ibu yang cerdas, untuk kualitas generasi emas. Dan tolak Sufor untuk kesehatan bayi kita.

SALAM K-ASI-H

Buku : Gandamayu
Penulis : Putu Fajar Arcana
Tahun : 2009
Desain sampul: Salomo Tobing
Ilustrasi isi: Rahardjo SN
Tebal : xviii+190 hlm
Penerbit : PT Kompas Media Nusantara
ISBN : 978-979-709-622-9
Read the rest of this entry »

Akhir-akhir ini aku banyak menuliskan mengenai keguguran, kejadian yang aku alami dalam tiga tahun terakhir. Banyak pengalaman mengenai kesehatan pasca terjadinya keguguran. Dokter selalu menyarankanku untuk hidup sehat, terutama masalah makanan. Akhirnya saat ini, aku sangat konsen untuk urusan makanan. Read the rest of this entry »

Sponsors
ad amenroom
Chatt with Me
Blog Statistics