Slideshow
Tags & Categories

Archive for February, 2011

Luka-luka datang silih berganti. Berganti seperti pagi dan malam. Kadang menemani pagi jua.

Kesendirian menjadi pilu saja. Menunggu datangnya kabar burung yang menyampaikan jika pagi telah datang. Seringkali aku tak kuasa, menahan rasa dan menahan ingin berkata.

Kadang-kadang terkuak juga, rasa pedih yang pernah menyelinap. Masuk dan merasuk ke dalam relung. Hanya coklat yang mampu kupercaya jika rasa mulai menyelinap. Sesegera mungkin ingin pagi segera datang dan aku mengikuti kemana matahari berjalan. Hingga matahari segera menghilang.

Hati seperti pipihan tengkorak yang berserakan. Terkukung dalam rasa, mengaburkan rasa, cipta dan karsa. Menulis semakin subjektif, dan menjauh dari keadilan objektif yang memuakkan. Bahasa tubuh tak dapat berasa lagi.

Tergelepar seperti kekurangan oksigen lalu serasa mati dan tak berasa saja. Jarak laiknya ubun-ubun, terasa tapi tak dapat kulihat tanpa tangan-tangan yang menjelajahi.

Rasa terasa seperti kulminasi titik nol dan tak ada angka lainnya. Aku hanya ingin menghitung waktu saja, sebelum semuanya terasa begitu dekat. Cerita berdendang seperti senandung rasa dan mengabarkan berita yang lainnya, saat aku tak ada.

Ada rasa yang kuat dalam deburan ombak. Diterjang hujan badai yang tak ingin berhenti, tetap saja tak bergeming. Ini dimulai begitu saja. Dia tak ingin padam begitu saja, sejak awal kutemuimu di selatan. Dan aku belum berceloteh mengenai laut tumpah, tapi aku tau, itu tempat pertemuan kita.

Surat Cinta,

Sepenggal amplop bersampul merah jambu ingin kunanti. Hingga tiba ditanganku dan aku merasakan deburan aliran darah yang memompa cepat di jantung. Kata-kata tak dapat juga mewakili rasa. Serta kudapatkan jua, mukaku merah merona, terasa bimbang dan suka bercampur jadi satu.

Sepenggal amplop merah jambu, yang pernah kuserahkan dalam munajat malam-malam. Kutangisi adanya dan kuadukan dalam kata-kata yang tak manis. Hingga mungkin saja Tuhan kebingungan. Dan menyentuh bibirku hingga lumat.

Aku diam saja. Karena aku begitu. Karena aku jingga dalam temaram putih. Kuharap Putih segera datang. Entah karena ayahnya atau inginku, aku tak ingin lagi sendiri.

Surat Cinta Tak Manis untuk Putih

Maraknya aksi video porno yang terekspose di media massa akhir-akhir ini menimbulkan polemic tersendiri di masyarakat. Kasus Ariel Peterpan yang menjadi hangat dan perhatian publik hingga berujung pada putusan hukuman bagi Ariel Peterpan 3,5 tahun. Belum lagi kasus ini selesai, Bengkulu juga dihebohkan dengan kasus video porno Kepahiang.

Dua PNS Kabupaten Kepahiang disebut-sebut mirip pelaku adegan porno didalam video tersebut. Kasus video porno Kepahiang yang akhir-akhir ini menghebohkan publik, tak ayal juga membuat para pejabat gerah, dan ikut berkomentar. Hingga mengambil aksi dari meredarnya video porno tersebut. Ancaman hukuman pemecatan juga turun ketika Inspektorat melakukan pemeriksaan kepada kedua pelaku video porno tersebut. Selain itu, kasus lapor melapor antara wartawan dan pelaku juga ikut membuat hangat kasus video porno tersebut. Hingga di upload-nya video porno Kepahiang tersebut kedalam situs jejaring sosial, youtube, yang makin menggemparkan publik.

Kasus sosial seperti ini sepertinya sangat disukai oleh publik. Hingga menjadi sorotan tersendiri. Mulai dari para tokoh berbicara hingga masyarakat umum memberikan komentarnya. Namun hal tersebut menjadi pertanyaan besar bagi kita. Mengapa kejadian di ruang privat tersebut dapat menjadi konsumsi publik secara massal?

Ada beberapa pemikiran terhadap permasalahan ini.

  • Secara mendasar, kita harus menelisik bahwa hubungan intim yang dilakukan manusia, secara alamiah hubungan tersebut tidak ingin diketahui oleh manusia lainnya. Kecuali untuk beberapa tujuan, seperti untuk dikomersialkan, atau untuk kepuasan tertentu (bagi orang yang mempunyai penyakit tertentu). Jika tidak, berarti video yang dibuat tersebut hanya dilakukan untuk konsumsi privat
  • Jika hubungan di ranah privat tersebut diketahui oleh publik, kita secara sadar akan bertanya. Siapakah yang menyebarkan video yang berisi hubungan intim tersebut? Seterusnya kita juga akan bertanya, apakah alat yang membantu tersebarnya video tersebut secara massal ke publik?
  • Jika ada yang bertanya, betapa biadabnya orang-orang yang berada dalam video tersebut. Hal ini membuat kita bertanya, lebih biadab mana orang yang mempublikasikan video tersebut kepada publik?
  • Hubungan seksual seringkali dikaitkan dengan asumsi moral seseorang. Padahal pertanggungjawaban yang dilakukan terkait dengan hukum yang berada dalam masyarakat dan kepada Sang pencipta. Sehingga men-judge seseorang dalam video porno juga sebenarnya tidak menghukum pelaku sesungguhnya. Hingga mendeskreditkan pihak tertentu dan akhirnya memicu kegiatan anarkis. Read the rest of this entry »

Menatap pagi aku kali ini
Bersandung kecil menatap langit
Yang menaungi sudut kecil negeriku
Negeriku elok nan cindo
Menghapus butiran-butiran air mataku
Sama-sama kita arungi lautan kemegahanMu
Berkemudi, berdayung sampan
Semangat yang membara dalam hati
Sama-sama kita berlari
Mendendangkan suara-suara hati
Yang berkejar-kejaran berseru gempita
Sama-sama kita jalani
Roda-roda putaran kasih bumi ini

Tapi..
Ditengah separuh abad lebih
Negeriku merah merona menyala
Menyemburkan kilatan-kilatan panasnya api
Yang mencabik meluluhlantahkan negeriku
Read the rest of this entry »

Senyum terlempar ketika aku datang. Mungkin aku bukan pelanggan pertama. Tapi kurasakan angin yang masih segar dan jalanan yang masih lenggang. Mungkin ini keistimewaan di tinggal daerah, pagi-pagi buta kita dapat menikmati keindahan pagi dan segarnya udara yang dihamparkan di depan mata.

Aku memperhatikan dengan seksama bagaimana seorang perempuan setengah baya membuat racikan lotek yang kupesan. Dengan sigat dan seksama, tangannya mengambil bumbu-bumbu dan memperkirakan jumlahnya, dengan porsi kecil yang kupesan. Setelah mengulat lumat bumbunya, perempuan separuh baya tersebut menuangkan kacang dengan cara yang aneh. Seperti ditumpahkan dan dibuang dengan beberapa kali hitungan. Namun tepat mengenai batu gilingan, tidak berhamburan seperti yang kuduga.

Kupikir ini salah satu jimat untuk pelaris pagi ini. Dari beberapa bisik-bisik tetangga yang pernah kudengar. Seringkali penjual menggunakan teknik tertentu untuk melariskan dagangannya. Misalnya dengan mengipaskan uang pertama yang didapat dengan barang dagangannya. Atau meninggalkan sedikit bumbu lotek yang diolah di tempat penggilingan. Read the rest of this entry »

Tidak banyak yang dapat kutulis. aku hanya datang dan bertanya. Semua pertanyaan sudah dirangkai sedemikian rupa. Semua konsep sudah tertulis dengan rapi. Aku datang bak manusia setengah dewa. Mengajak mengobrol, tersenyum, bertanya mengenai keadaan. Masuk rumah mereka dan berbincang hangat. Seolah ingin memberi sesuatu yang lain.

Aku bertanya bak ciricauan burung dipagi hari. Terus bersemi, disambut senda gurau yang menawan. Tawa yang tak dibuat-buat, sambutan yang tulus. Belaian tangan yang tak pernah pudar. Serta menyambut dengan hati. Dan harapan-harapan yang hanya menggantung. Harapan yang tak mampu kujawab. Bahkan mereka tak tau untuk apa ceriauanku kali ini. Read the rest of this entry »

Deru jagoan seakan menggeru dan menyerupai magnet di tubuhku. Si jagoan membawaku dengan apiknya. Seakan secara otomatis si jagoan tak ingin kehilangan pamornya akan wilayah kekuasaannya padaku. Kepalanya tegak dan gagah, pongah melihat jalanan yang berlepotan kotoran sapi ataupun kambing. Seraya berkata, ‘aku siap mengantarmu menjadi jalanan’.

Beragam peliharaan juga tak mau kalah pamor dengan si jagoan. Sapi-sapi menarikan tarian selamat datang padaku, dan membanting tubuhnya ke kiri dan ke kanan. Matanya liar dan awas menatapku tajam. Mungkin saja, para sapi tersebut, bergeliat menatapku si gadis baru. Ku cari-cari kelontengan kalung di setiap leher sapi yang ada, tapi tak kujumpai adanya. Mereka menari dengan lilitan tambang di lehernya. Kupikir, mereka terlalu jinak untuk dililitkan tambang.

Read the rest of this entry »

Banyak hal yang tidak dapat dibeli dari perempuan.

Tubuhnya selalu mengisyaratkan lain. Jiwanya selalu merasakan hal yang lainnya. Setiap kucuran keringatnya menjadikan tubuhnya semerbak mewangi. Ketika rasa ada, kita akan menjumpai setiap raga perempuan dalam tubuh laki-laki.

Mengais senja kala itu, aku hanya terduduk di kursi empuk yang disediakan oleh sebuah restoran. Kali ini aku merasakan sebagai seorang anak yang sedang memanja pada ayahnnya. Kutunggui seorang laki-laki berkacamata terbalik sedang sibuk bertanya kepada pramuniaga mengenai alat memasak yang dipromosikannya sebagai alat yang lebih canggih dari alat yang ada saat ini. Aku berfikir, aneh sekali negeri ini.

Jika pemerintah masih berkutat dengan konversi minyak tanah ke gas. Kita mengetahui bahwa masih banyak rumah tangga yang miskin dengan didatanya rumah tangga yang membutuhkan konversi mitan ke gas. Anehnya, pembagiannya seringkali menimbulkan kericuhan dan perdebatan yang sagat pelik. Dan di depan mataku, seorang laki-laki berkacamata terbalik sedang bertransaksi membeli sebuah kompor bertenaga listrik yang dipromosikan lebih canggih dan aman jika digunakan. Sasarannya jelas kaum perempuan. Dengan iming-iming akan disayang suami jika pintar memasak.

Tentu saja, aku terheran-heran. Antara kompor gas, kompor biasa menggunakan minyak tanah, kayu bakar dan sekarang kompor bertenaga listrik ini akan menimbulkan dampak yang sangat signifikan bagi strata kelas baru di negeri ini. Dan aku terheran-heran, negara seolah-olah mengaitkan asumsi ini dengan menggunakan konversi sebagai alat memperbantukan manusia.  Padahal berdampak pada strata kelas yang akan semakin melebar, yang pada akhirnya memperparah kehidupan manusia.

Ah sudahlah, memang akan menjadi begitu. Tekhnologi semakin akan membawa kita masuk dan terjerumus menjadi strata lainnya.  Dan penghubung antara kelas akan semakin jelas. Ini jelas bukan  penghematan energi. Dan kini, kompor bertenaga listrik ini tertawa menyeringai kepadaku. Ditengah krisis listrik, kompor ini mulai menunjukkan taringnya. Seolah-olah mengejek pikiranku kali ini. Dia menari-nari danseolah-olah memanasi tubuhku dengan hangatnya yang lain. Aku menggelang-geleng saja. Semua ingin menjadi begitu mudah. Semua ingin menjadi begitu memanja tanpa sadarnya. Aku juga begitu. Pikiranku melayang jauh. Read the rest of this entry »

Sore dikala itu….

Ketika seorang bapak menanyakan kabarku di suatu senja, disuatu hari, ketika matahari menenggelamkan diri di sudut samudera. Dan anak-anak sibuk bermain sepak bola walau senja datang. Matahari seolah berbahagia, memercikkan air di samudera, sehingga seolah-olah matahari tertelan oleh riak samudera.

Ada yang membawaku sangat mencintai pagi, yaitu diriku sendiri. Namun ada juga yag tak mampu membawaku untuk mencintai malam lagi seperti sediakala. Menulis menjadi bagian yang tak terpisahkan. Entah itu bagus atau tidak aku tak pernah peduli. Tak tau siang atau malam, semua menjadi sama saja. Read the rest of this entry »

Sponsors
ad amenroom
Chatt with Me
Blog Statistics